Asmat Temukan Ribuan Koin Kuno

Surya/Agus Purwoko

KOIN KUNO – Koin kuno yang ditemukan Asmat, 40, warga Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jumat (18/6).

PROBOLINGGO, KOMPAS.com – Ribuan keping uang logam ditemukan Asmat (40) warga Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Ia menemukan tumpukan koin kuno itu saat menggali tanah di belakang rumah Suparman (38) warga RT 2 RW 1, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Jumat (7/6).

Tentu saja, penemuan uang logam berukuran lebih kecil dari uang logam Rp 500 itu menjadi tontonan warga setempat. Dalam sekejap saja, halaman rumah Suparman dipenuhi pengunjung yang ingin melihat dari dekat uang tersebut.

Asmat, yang saat itu oleh Didik Jayadi (45) adik ipar Suparman, diminta untuk menggali septic tank, tidak menyangka akan menemukan sesuatu. Namun, setelah lubang yang digalinya mencapai kedalaman 175 sentimeter, ia menemukan tumpukan koin yang salah satu permukaannya bertuliskan huruf China.

Ceritanya, semula Asmat tidak menghiraukan cangkul yang digunakan menggali tanah menyentuh benda keras, ia terus saja meneruskan pekerjaannya. Asmat baru mengetahui, benda keras yang mengenai cangkulnya itu adalah uang, setelah ia melihat dengan seksama benda yang berlubang di tengahnya itu. “Saya coba untuk membersihkan. Ternyata ada tulisannya,” jawab Asmat.

Kurang yakin akan temuannya, ia lantas memberitahukan ke Didik Jayadi dan Sugeng Riyadi, yang saat itu turut membantu menggali lubang. Yakin barang yang ditemukannya bernilai sejarah, kemudian ketiganya mengangkatnya ke atas dan membersihkan uang logam yang terbuat dari kuningan itu. ”Uang yang saya bersihkan bertuliskan angka 26. Enggak tahu angka apa itu,” aku Sugeng Riyadi, yang masih keluarga Didik.

Didik sendiri saat ditanya mengaku tidak menyangka jika penggalian di belakang rumahnya itu akan menemukan uang kuno. Atas penemuan itu, Didik kebingungan, untuk apa dan mau dikemanakan hasil temuannya.

“Enggak tahu Mas mau diapakan barang ini. Pokoknya saya simpan dulu,” terang Didik.

Penemuan uang kuno yang sempat menghebohkan warga setempat itu, menurut Badriyah (56) adalah hal yang biasa. Sebab, di areal yang sama, puluhan tahun sebelumnya, pernah ditemukan barang kuno berupa dua buah guci. “Sekitar 30 tahun yang lalu, keluarga kami telah menemukan dua guci. Tapi, kondisinya pecah alias hancur,” aku Badriyah yang masih memiliki hubungan darah dengan Didik.

Badriyah juga mengaku bahwa Fatimah, buyutnya, semasih hidup sering mewanti-wanti kalau menggali tanah di areal pekarangannya harus berhati-hati, khawatir mengenai sesuatu. “Kata buyut saya, di sini banyak harta peninggalan yang dipendam. Enggak dijelaskan barang itu milik siapa dan berupa apa,” ungkap Badriyah sambil menggendong cucunya.

Teka-teki atas penemuan uang logam kuno itu menjadi pembicaraan menarik warga sekitar. Mereka mencoba mereka-reka asal muasalnya. Sebagian dari mereka ada yang menganggap uang itu peninggalan tentara Jepang. Ada pula yang bersikukuh peninggalan tentara Belanda, bahkan menurut beberapa warga uang tersebut peninggalan Kerajaan Majapahit.

“Belum Pak. Kita belum mengetahui, apalagi memastikan asal muasal uang logam kuno itu. Apa dari penjajahan Jepang atau dari peninggalan kerajaan. Kita masih akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait yang mengurus soal benda-benda purbakala ini,” ujar salah seorang petugas Polresta Probolinggo yang turut mengamankan lokasi penemuan.

Sementara itu, menurut Sun Tjong, juru kunci Klenteng Tri­dharma Sumber Naga Kota Probolinggo, kepingan uang logam bertuliskan huruf China itu digunakan sebagai alat pembayaran pada masa Dinasti Tsun pada masa tahun 960 sampai 1279 Masehi. Oleh warga China, uang tersebut dibawa ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

(sumber : kompas.com)

Miyabi Penasaran dengan Video Seks ‘Ariel’

Maria Ozawa (Maria Ozawa facebook)

VIVAnews – Bintang porno Jepang, Maria Ozawa atau yang terkenal dengan nama Miyabi penasaran dengan video mirip Ariel yang heboh dua pekan belakangan. Miyabi mengaku sempat kesulitan mendapatkan video mirip vokalis Peterpan tersebut.

Miyabi rupanya penasaran lantaran ‘Peterporn’ sempat menjadi trending topic di twitter. Karena menjadi trending topic yag orang dari sejumlah negara penasaran dengan video itu. Mereka dengan orang yang mirip Ariel, lakon dalam video porno itu.

Miyabi mengaku kesulitan mendapatkan video tersebut. Video itu baru ditemukan setelah Miyabi mencari ke sana- kemari selama dua hari. Kisah penasaran dan pencarian video sex mirip Ariel itu dituturkan Miyabi di alamat twitternya.

Guys, after 2 day search on the web, today I got the real video of peterporn ? Many thanks for my follower in indonesia who give the link..,” itulah kata Miyabi seperti dikutip dari twitternya, Rabu 16 Juni 2010.

Artis berdarah Kanada-Perancis ini mengaku bahwa  banyak orang yang bertanya pada dirinya tentang ‘Peterporn’. Miyabi memilih untuk tak mau membahas masalah itu lebih dalam.

Dia juga tak tertarik untuk menilai pelaku di video itu, dan tak  mau menghakimi pria dan juga dua wanita yang berada di video itu.

So many mentions asking me about peterporn, sorry I cant answer for that, because I have quote “don’t judge the book from the cover,” ucapnya.

Video mirip Ariel dan Luna serta Cut tari tak hanya mencuri perhatian masyarakat di tanah air. Tetapi, video itu juga menarik perhatian masyarakat. Bahkan, beberapa media luar negeri juga turut memberitakan soal video yang menggegerkan tersebut.

(sumber : showbiz.vivanews.com)

Penyebar Video “Ariel-Luna” Sudah Diketahui

Luna Maya&Ariel (Antara/Widodo S. Jusuf)

VIVAnews - Pengamat Teknologi Informasi Muhammad Salahuddien Manggalanny menyatakan aparat sudah mengantongi nama pelaku penyebar video. Pelakunya sangatlah profesional, kata salah satu ahli yang diminta polisi untuk menelisik kasus video porno yang dikaitkan dengan Ariel “Peterpan”, Luna Maya, dan Cut Tari ini.

“Sudah ada beberapa list yang bisa ditindaklanjuti oleh polisi. Lebih dari satu. Tapi ini kelompok, bisa kumpulan orang atau profesi,” kata Salahuddien dalam perbincangan dengan VIVAnews, Rabu, 16 Juni 2010.

Menurut dia, bisa jadi pelakunya adalah orang yang sangat ahli atau bisa juga ada mastermind yang menyewa orang-orang profesional ini. “Yang pasti, ini bukan penyebaran biasa,” kata dia.

Salah satu petunjuk bahwa ini merupakan aksi profesional adalah dari pola penyebaran. Pelaku sudah mengkonversi ukuran file video porno itu menjadi sangat downloadable atau bisa dengan mudah dan ringan diunduh.

“Ukuran aslinya bisa sampai 50 megabyte. Tapi yang sekarang tinggal 15 mega, bahkan ada yang lebih kecil lagi sampai 4-5 mega. Video seukuran ini sangat bisa diakses lewat ponsel,” ujar Wakil Ketua Indonesia-Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) ini.

Jadi, kata Salahuddien, target si pelaku sebenarnya bukan hanya pengguna Internet melalui komputer-personal, tapi khususnya adalah para pengguna telepon selular yang sudah memiliki perangkat yang memadai untuk memutar video.

“Orang-orang ini sangat tahu bahwa pengguna ponsel multimedia di Indonesia lebih dari 100 juta. Ponsel yang Internet ready lebih dari 80 juta,” ia menambahkan. (kd)

(sumber : showbiz.vivanews.com)

Pindah dari Desa ke Kota Bikin Gemuk

(Foto: Ist)
NEW DELHI – Migran, atau orang-orang yang hijrah dari desa ke kota untuk bekerja, cenderung berisiko mengalami kegemukan dan penyakit diabetes dibandingkan saudara-saudara mereka yang tetap tinggal di kampung halaman.

Dalam studi yang melibatkan 6.510 partisipan dari India di wilayah utara, selatan dan tengah, ditemukan kesimpulan bahwa setengah dari migran mengalami penambahan berat badan antara enam hingga tujuh kilogram pada tahun ke sepuluh kepindahan mereka.

“Kami tidak melihat perubahan yang ekstrim, akan tetapi setengah dari mereka yang berpindah rata-rata mengalami peningkatan berat badan sebesar enam hingga tujuh kilogram,” kata pemimpin studi Shah Ebrahim, seperti dikutip dari The Strait Times, Rabu (28/4/2010).

Ebrahim yang menjabat sebagai Director South Asia Network for Chronic Disease di New Delhi, India, menganggap hal ini sebagai satu peningkatan yang dramatis. Bahkan dikatakannya, beberapa orang mengalami peningkatan berat badan yang lebih besar dari itu.

“Alasan utama terjadi peningkatan berat badan yaitu asupan kalori yang lebih banyak dari yang dibutuhkan untuk menyokong kegiatan fisik. Kami punya bukti bahwa mereka cenderung mengkonsumsi lebih banyak lemak dibandingkan penduduk di pedesaan,” terang Ebrahim.

Kemungkinan, hal ini dikarenakan mereka memiliki lebih banyak uang untuk membeli makanan apa saja yang mereka inginkan. “Kami juga menemukan, bukan jenis makanan barat yang menjadi penyebabnya melainkan justru makanan tradisional sendiri,” tambahnya.

Studi yang dipublikasikan di jurnal kesehatan PLoS Medicine ini mensurvei para pekerja migran yang mencari nafkah di empat pabrik. Migran berisiko tiga hingga empat kali mengalami kegemukan dan dua kali lebih rentan terkena diabetes, hipertensi dan kadar gula darah tinggi ketimbang saudara-saudara mereka yang tetap bekerja di pedesaan. (rah)

(sumber : okezone.com)

Riset: Gemar Berjudi, Penyakit Keturunan?

SYDNEY – Menurut riset yang dilakukan baru-baru ini, para ilmuwan menemukan jika gemar berjudi merupakan penyakit keturunan.

Dilansir melalui Straits Times, Kamis (10/6/2010), para ilmuwan asal Australi tersebut mengatakan jika gen memiliki peranan penting dalam segala tingkatan kecanduan, baik minuman keras maupun berjudi.

“Riset sebelumnya menyatakan jika kecanduan bermain judi dalam keluarga hanya dapat mempengaruhi gen anak laki-laki. Namun ternyata belakangan kami ketahui jika anak perempuan juga memiliki kecenderungan untuk kecanduan juga,” ujar peneliti dari University of Missouri, Wendy Slutske.

Untuk membuktikan teorinya ini, sebelumnya Slutske telah melakukan penelitian dengan melibatkan saudara kembar identik. Tim ilmuwan pimpinan Slutske itu mewawancarai sekira 2,700 orang perempuan dan 2.000 laki-laki dari perkumpulan orang kembar di Australia (Australian Twin Registry).

Ribuan responden kembar itu ditanya mengenai judi. Hasilnya, hampir semua wanita mengatakan pernah berjudi, namun kencenderungan untuk kecanduan lebih besar di alami oleh responden laki-laki.

Sekira 34 perempuan, dari total responden, atau sekira satu persen mengaku punya masalah gemar berjudi, sedangkan responden laki-laki mencapai 70 orangn atau sekira 3 persen. Temuan lainnya, kecanduan berjudi di Australia ternyata lebih besar lima kali lipat ketimbang di AS.

Slutske juga mengungkapkan, jika salah satu saudara kembar identik yang kecanduan judi mampu memberikan pengaruh yang sama terhadap kembarannya. Bahkan jika salah satu orang tua memiliki penyakit kecanduan berjudi, bisa jadi hal itu pun akan menurun ke sang anak. (srn)

(sumber : okezone.com)

Mahasiswa Kembangkan Teknologi Pakaian ‘Cerdas’

ilustrasi (foto:guardian)
CALIFORNIA – Perkembangan industri tekstil terus mengalami peningkatan. Tak hanya dari sisi desain dan bahan yang digunakan tapi jaga pendekatan kepada teknologi.

Baru-baru ini, dua orang mahasiswi Barbara Layne dari Concordia University, Canada dan Janis Jefferies dari Goldsmiths College’s Digital Studios, mengadopsi teknologi canggih ke dalam sebuah pakaian. Purwarupa ‘Smart Clothes’ tersebut di kenalkan di Congress of the Humanities and Social Sciences di Montreal beberapa waktu lalu.

Pakaian ‘cerdas’ tersebut, seperti dilansir BBC, Senin (7/6/2010), akan membantu pemakainya untuk mengontrol emosi. Orang yang mengenakan pakaian tersebut akan dapat menghindari stress yang menimpanya.

Lantas, bagaiamana cara kerja Pakaian tersebut? Pakaian tersebut dilengkapi dengan sejumlah perlengkapan, seperti sensor yang dapat mengukur detak jantung dan temperatur tubuh manusia. Setelah memonitor temperatur, maka emosi seseorang akan dianalisis oleh baju tersebut.

Kemudian, hasil pengukuran sesnor tersebut akan mengirimkan data ke sebuah perangkat semacam gadget yang berisi gambar, teks, dan musik. Ketika seseorang sedang mengalami tingkat stress tinggi maka baju tersebut akan mengeluarkan suara-suara musik yang dapat membantu meredam emosi pemakainya. Tentu saja, pemakai harus mengaktifkan sistem tersebut.

Pakain tersebut bisa menandai detak jantung, dan kualitas  nafas seseorang, semua perangkat yang ada dalam pakaian tersebut menggunakan teknologi wireless dan dapat terhubung dengan smartphone pengguna. (ugo)

(sumber : okezone.com)

Curi Ayam, 2 Siswa SMP Dihakimi Massa

//

wordpress (ilustrasi)
CIREBON - Dua pelajar SMP yang tertangkap tangan mencuri ayam di Desa Sarabau, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon babak belur dihakimi massa.

Beruntung kedua tersangka diselamatkan petugas Kepolisain Sektor (Polsek) Plered yang kebetulan tengah berpatroli di sekitar lokasi kejadian.

Informasi yang berhasil dihimpun, Senin (14/6/2010), dua pelaku yakni Supriyatno dan Eris yang mencuri ayam Bangkok milik Indra Permana, warga Desa Sarabau, Kecamatan Plered. Begitu sang pemilik ayam memergoki aksi tersebut, mereka langsung kabur menggunakan sepeda motor yang dibawanya.

Kedua warga Desa Keraton, Kecamatan Plered ini kemudian dikejar warga yang mendengar korban teriak maling. Pelaku yang panik kemudian jatuh ke parit setelah motor yang dikendarainya tidak bisa dikendalikan saat hendak menikung di sebuah jalan.

Mereka pun kemudian berhasil ditangkap warga setelah sempat berusaha melarikan diri. Pelaku sempat menjadi bulan-bulanan massa yang kesal dengan maraknya aksi pencurian yang terjadi akhir-akhir ini di daerah setempat.

“Beruntung ada anggota kami yang tengah melakukan patroli di daerah setempat sehingga nyawa keduanya bisa diselamatkan,” kata Kapolsek Plered AKP Tutu Mulyana.

Kedua pelaku kemudian langsung dibawa ke Mapolres Plered untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Kepada penyidik, kedua pelaku mengaku nekat mencuri ayam Bangkok milik Indra tersebut, karena suka dengan jenis ayam yang tengah di jemur tersebut.

“Saya nggak niat mencuri, kebetulan pas lewat situ ada ayam Bangkok bagus sedang dijemur. Tanpa pikir panjang kami langsung mengambilnya,” jelas Eris.
(Ibnu/Koran SI/teb)

(sumber: okezone.com)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.